Kamis, 21 Mei 2026

𝐊𝐎𝐉𝐀 𝐑𝐀𝐈 – 𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐑𝐚𝐢 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐍𝐮𝐬𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚, 𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐃𝐞𝐬𝐚 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐃𝐮𝐧𝐢𝐚

Prospek dan Tujuan 
Potensi Usaha Pertanian Kacang Tanah Olahan "KOJA RAI"  
UMKM Desa Rai, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai
    Fto Oleh : Pendamping Lokal Desa||Domisius Jaya Angkur
1. Latar Belakang & Potensi Bahan Baku  
Desa Rai, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai memiliki kondisi yang sangat cocok untuk budidaya kacang tanah. Tanah subur, curah hujan memadai, dan tradisi bertani turun-temurun menjadikan kacang tanah sebagai komoditas unggulan desa. Selama ini kacang tanah umumnya dijual dalam bentuk mentah dengan harga fluktuatif dan nilai tambah rendah.  

Melihat peluang tersebut, UMKM Desa Rai berinovasi mengolah kacang tanah menjadi produk jadi bernama "KOJA RAI" – akronim dari Kacang Olahan Jajanan Asli Rai. KOJA RAI hadir dalam beberapa varian: kacang sangrai rempah, kacang balado manis pedas, kacang bawang gurih, dan selai kacang khas Manggarai.
                 Koordinator Pemasaran "Koja Rai"
2. Prospek Usaha KOJA RAI   
• Nilai Tambah Ekonomi, Mengubah kacang tanah mentah Rp.15.000/kg menjadi produk olahan KOJA RAI Rp25.000–Rp50.000/250gr. Margin meningkat 3–4x lipat dibanding jual gelondongan. 
• Pasar yang Luas, 
1. Lokal, Pasar Ruteng, kios oleh-oleh Bandara Frans Sales Lega, hotel dan restoran di Labuan Bajo.   
2. Regional, Toko oleh-oleh NTT di Kupang dan Ende.   
3. Digital, Pemasaran melalui Instagram, TikTok Shop, dan marketplace menjangkau pembeli luar pulau Flores. 
• Tren Gaya Hidup Sehat, Kacang tanah tinggi protein nabati, serat, dan lemak baik. KOJA RAI versi less sugar dan no MSG menjawab kebutuhan konsumen urban yang peduli kesehatan. 
• Dukungan Wisata, Manggarai sebagai pintu masuk ke Danau Rana Mese dan Kampung Adat Ruteng Pu’u, Todo membuat KOJA RAI potensial jadi buah tangan wajib wisatawan. 
• Ketahanan Pangan, Mengurangi ketergantungan impor camilan, sekaligus membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu dan pemuda Desa Rai dalam produksi, pengemasan, dan pemasaran.  

3. Tujuan Pengembangan Usaha KOJA RAI 
1. Meningkatkan Pendapatan Petani: Memutus rantai tengkulak dengan membeli kacang tanah langsung dari petani Desa Rai dengan harga layak. 
2. Menciptakan Lapangan Kerja Desa: Melibatkan 25+ anggota kelompok tani dan ibu PKK dalam proses sortasi, produksi, hingga packing. 
3. Branding Produk Lokal Manggarai: Menjadikan KOJA RAI sebagai ikon oleh-oleh Kabupaten Manggarai sejajar dengan kopi Manggarai. 
4. Standarisasi Mutu & Legalitas: 
Sudah Mengurus PIRT, Sertifikat Halal, dan BPOM MD agar KOJA RAI bisa masuk ritel modern dan ekspor. 
5. Pertanian Berkelanjutan: 
Menerapkan SOP budidaya kacang tanah organik dan sistem kemitraan agar pasokan bahan baku stabil sepanjang tahun.  
4. Motivasi dari Pelaku UMKM Desa Rai:
"Dulu kami hanya tau jual kacang karung-karungan. Harga jatuh, kami yang susah. Lewat KOJA RAI, kami belajar bahwa kacang dari tanah Rai bisa naik kelas. Kami bukan sekadar petani, kami pengusaha. Setiap toples KOJA RAI yang terjual adalah bukti bahwa anak kampung juga bisa bersaing."  

- Bapak Maksi Trimah Selaku Ketua Kelompok UMKM KOJA RAI 
"Kami mau generasi muda Desa Rai bangga jadi petani. Tidak harus ke kota untuk sukses. Dari dapur kecil di Rai, kami bisa kirim rasa Manggarai sampai ke Jakarta, Surabaya, bahkan kami mimpi ekspor."  
Ibu Iky, Ibu Ida, Ibu Fin, Koordinator Pemasaran Digital KOJA RAI Di bantu oleh Pendamping Lokal Desa, Bpk Domisius Jaya Angkur
5. Harapan ke Depan  
1. Perluasan Pabrik Mini: Memiliki rumah produksi berstandar GMP agar kapasitas naik dari 100 kg/minggu menjadi 1 ton/minggu. 
2. Kolaborasi: Dukungan pemerintah, akademisi, swasta, media, dan komunitas untuk pelatihan kemasan, digital marketing, dan akses permodalan KUR. 
3. Diversifikasi Produk: Lahirnya KOJA RAI varian cokelat, energy bar kacang, dan minyak kacang murni. 
4. Desa Rai sebagai Sentra Eduwisata: Wisatawan bisa ikut petik kacang, sangrai tradisional, dan packing KOJA RAI langsung dari desa. 
5. Go Ekspor 2028: KOJA RAI menjadi produk UMKM Manggarai pertama yang tembus pasar Timor Leste, Australia, dan diaspora NTT di luar negeri.  
    fto oleh: Pendamping Lokal Desa "Domisius Jaya Angkur"
Penutup  
KOJA RAI bukan sekadar camilan. Ia adalah cerita tentang tanah Rai yang subur, tangan-tangan terampil Mama-mama Manggarai, dan semangat anak muda desa yang enggan menyerah pada keadaan. Dari sebutir kacang tanah, kami merajut asa, mengangkat harkat, dan membawa nama Desa Rai mendunia.  

KOJA RAI – Dari Rai Untuk Nusantara, Dari Desa Untuk Dunia.  
Mori agu nggoo, salang latang ite cama-cama lata KOJA RAI!  
(Mari bersama, jalan menuju sukses kita wujudkan bersama KOJA RAI!)

𝐊𝐄𝐌𝐀𝐍𝐃𝐈𝐑𝐈𝐀𝐍 𝐄𝐊𝐎𝐍𝐎𝐌𝐈 𝐃𝐄𝐒𝐀 𝐁𝐔𝐌𝐃𝐄𝐒 𝐄𝐊𝐎 𝐏𝐔𝐑𝐍𝐀𝐌𝐀

Ketahanan Pangan Desa Sebagai Pilar Ekonomi Desa Jangka Panjang
Pertanian jagung BUM Desa Eko Purnama, Desa Compang Namut, Kec. Ruteng, Kab. Manggarai.

Prospek Usaha Pertanian Jagung BUM Desa Eko Purnama

1. Potensi Lahan Dan Iklim
Kecamatan Ruteng, termasuk Desa Compang Namut, berada di dataran tinggi Manggarai dengan ketinggian 800–1200 mdpl. Curah hujan 1500–2500 mm/tahun dan tanah vulkanik yang subur sangat cocok untuk jagung. Lahan tidur milik desa dan warga yang belum produktif bisa dimanfaatkan BUM Desa dengan sistem bagi hasil.

2. Permintaan Pasar yang Stabil 
Kabupaten Manggarai adalah salah satu sentra peternakan di NTT. Jagung jadi pakan utama untuk ayam, babi, dan sapi. Kebutuhan pabrik pakan ternak di Ruteng dan Labuan Bajo cukup tinggi. Harga jagung pipil kering di Manggarai rata-rata Rp4.500–Rp6.000/kg tahun 2025–2026, jadi potensi omzetnya besar. Selain pakan, jagung juga diserap pasar lokal untuk konsumsi dan industri pangan olahan.

3. Dukungan Program Pemerintah
Program ketahanan pangan nasional dan Dana Desa 2026 mendorong BUM Desa masuk ke sektor pertanian produktif. Ada potensi akses bantuan bibit unggul, pupuk bersubsidi, dan alsintan dari Dinas Pertanian Manggarai.

4. Peningkatan Nilai Tambah
BUM Desa Eko Purnama tidak hanya jual jagung gelondongan. Prospeknya bisa ke :  
- Jagung pipil kering : Harga jual lebih tinggi, tahan simpan.  
- Pakan ternak olahan : Kerja sama dengan kelompok ternak desa.  
- Tepung jagung dan marning : Olahan UMKM untuk pasar Ruteng dan pasar wisata Labuan Bajo.

5. Penyerapan Tenaga Kerja 
Usaha ini bisa menyerap petani muda dan ibu rumah tangga di Compang Namut untuk tanam, panen, hingga pascapanen. Mengurangi pengangguran dan urbanisasi.

Tujuan Usaha Pertanian Jagung BUM Desa Eko Purnama antara lain :

1. Tujuan Ekonomi 
- Meningkatkan PADes : 
Menjadi sumber pendapatan asli desa yang berkelanjutan dari unit usaha produktif.  
- Meningkatkan Pendapatan Petani : Sistem inti-plasma atau kemitraan BUM Desa dengan petani. BUM Desa sediakan bibit, pupuk, dan jaminan beli hasil panen dengan harga layak.  
- Membuka Rantai Pasok Lokal : Memutus tengkulak dengan BUM Desa sebagai offtaker utama jagung warga.
2. Tujuan Sosial
- Ketahanan Pangan Desa : Menjamin ketersediaan jagung sebagai bahan pangan dan pakan di Compang Namut.  
- Pemberdayaan Masyarakat : Pelatihan budidaya jagung modern, pascapanen, dan kewirausahaan untuk kelompok tani.  
- Mengurangi Kemiskinan : Menciptakan lapangan kerja baru dari hulu ke hilir.

3. Tujuan Pengelolaan BUM Desa 
- Diversifikasi Usaha : BUM Desa Eko Purnama tidak hanya bergantung pada 1 unit usaha, sehingga risiko bisnis lebih kecil.  
- Mewujudkan Kemandirian Desa : Sesuai amanat UU Desa, BUM Desa jadi motor penggerak ekonomi lokal.  
- Optimalisasi Aset Desa : Memanfaatkan tanah kas desa yang belum produktif menjadi lahan jagung.
Singkatnya, Usaha jagung oleh BUM Desa Eko Purnama punya prospek cerah karena didukung alam, pasar, dan kebijakan. Tujuannya jelas: bikin desa mandiri secara ekonomi, petani sejahtera, dan PADes naik.

Dailly Report

𝐓𝐀𝐇𝐀𝐏𝐀𝐍 𝐑𝐄𝐍𝐂𝐀𝐍𝐀 𝐊𝐄𝐑𝐉𝐀 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐃𝐄𝐒𝐀 𝐓𝐀𝐇𝐔𝐍 𝐀𝐍𝐆𝐆𝐀𝐑𝐀𝐍 𝟐𝟎𝟐𝟕

Berdasarkan Permendesa PDTT Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Tahapan ...